Kamis, 23 Agustus 2012

Bener loh, kerjaan Jokowi itu biasa banget !

Suatu waktu yang lalu saya pernah berkata seperti ini pada kawan yang mengomentari tokoh-tokoh nasional. Kalau mengomentari kebaikannya ya tak masalah, tak berdosa. Tapi kalau mengomentari keburukannya, ya harus punya data yang absah. Jangan asal kalau ngomong, begitulah kira-kira. Memang sudah seberapa kenal kita dengan tokoh yang kita komentari sehingga dengan lancang kita mengomentari segala keburukannya? Sudah baca buku-buku mengenai mereka belum? Sudah seberapa jauh kita menelusuri hal-hal terkait dia? 

Nah, karena dulu saya pernah buat artikel mengenai ketenaran Pak Jokowi yang saat ini sedang nyalon jadi DKI-1 dan supaya tidak menjilat ludah sendiri (hahha..). Saat itu saya hanya menyampaikan apa yang saya ketahui melalui media elektronik saja aka internet. Sekarang saya mau berbagi cerita mengenai buku yang saya baca berjudul "Jokowi : Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi" karya Jurnalis Senior Rakyat Merdeka Zaenuddin HM. Setidaknya saya punya lebih ilmu dan kalau ngomong mengenai Pilkada terkait Pak Jokowi saya ga asal ngomong, saya punya dasar. 


Oya, saya disini bukanlah pendukung salah satu calon pilkada DKI Jakarta, KTP saya asli Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Hahaha.. saya sering mengangkat ketokohan Pak Jokowi karena saya penasaran dan mau tahu lebih aja mengenai beliau. Sepak terjangnya perlu saya jadikan pelajaran, mungkin juga bermanfaat bagi banyak orang. Termasuk bagi anda yang secara tak bersalah dan tak berdosa terdampar di blog sederhana milik mahasiswa kedokteran ini :) hahhaha.. Oya, saya sekarang lebih selektif memilih buku biografi. Mengapa? Wah, nantilah saya bahas ya dilain kesempatan. Mari sekarang bahas buku ini.

"Jangan punya kepentingan, kepentingan kita hanya satu : untuk rakyat"
~Jokowi

Jokowi lahir di Surakrta pada 21 Juni 1961. Ia anak pertama dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Suhiatmi. Ia menempuh pendidikan SMA Negeri 6 Solo. Gelar insinyur diraihnya dari Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta pada 1985.

Jokowi, sebelum terjun ke dunia politik, tengah sukses dengan bisnisnya. Barulah setelah ia sukses dengan bisnisnya, ia mulai memperhatikan kota kelahirannya tersebut. Kota Solo yang tak berkembang dan begitu-begitu saja. Akhirnya ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik dengan idealisme nya membangun kota kelahirannya tersebut.

"Saya melihat kok tidak semakin baik, tapi malah semakin turun dan semakin tidak baik. Saya merasa tergelitik. Saya pikir, mengelola sebuah kota apa sulitnya sih?" ~Jokowi

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa Jokowi begitu disegani banyak orang bahkan dunia internasional. Ada 5 alasan yang dikemukakan oleh penulis :

Pertama, Sukses merelokasi PKL tanpa penggusuran dan kerusuhan
Kedua, Sukses menata pasar tradisional dan meminimalisir pembangunan Mall
Ketiga, Sukses membawa kota Solo Go International dengan Solo The Spirit of Java
Keempat, Sukses menjaga Solo Kota Bersih dari Korupsi ke-3
Kelima, Sukses mengangkat Mobil "Kiat Esemka" dan membangkitkan industri otomotif dalam negeri

Buku ini Pak Zaenuddin buat sebelum Pak Jokowi mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta. Makanya dalam buku ini justru penulis berharap Pak Jokowi bisa fokus menyelesaikan masa tugasnya di Solo. Ini beliau jelaskan karena isu di media masa yang sudah banyak mengaitkannya dengan kursi panas DKI dan bahkan RI-1 aka Capres 2014 mendatang.

Dalam beberapa kali diskusi dengan teman di media internet, hmm..dan juga beberapa kali dengan papah saya (hehe..), saya kemukakan bahwa sebenarnya apa yang dilakukan Pak Jokowi ini sungguh biasa. Malah bisa saya katakan sangatlah biasa. Coba simak apa yang dia presentasikan mengenai kerja kerasnya membangun kota Solo, semua biasa. Kelima hal alasan yang dibahas buku ini semua biasa bukan? Tapi lihatlah hal biasa inilah justru yang jarang kita temui di kalangan pejabat negeri ini. Mengapa hal yang biasa dan mudah dilakukan ini justru jarang ditemui? 

Justru yang tak biasa itu adalah perilaku pejabat di media masa pada umumnya. Yang bangga dengan kedudukannya, yang tak malu menggunakan uang rakyat untuk jalan-jalan keluar negeri, yang tidur saat rapat paripurna. Nah, itulah yang justru luar biasa tak biasanya :) 

Ibarat kata Jokowi ini layaknya Columbus yang menemukan benua Amerika. Pernah dengar ceritanya? Pastilah ya... Ketika itu Columbus sangat terkenal karena baru saja menemukan benua baru. Tapi ada beberapa orang mencibir kesuksesannya dengan berkata, "Yah, kalau cuma nemuin benua sih biasa..tinggal berlaut, keliling-keliling, ntar juga ketemu benua baru"

Mendengarnya Columbus tersenyum dan malah menantang, "Saya tantang, siapa disini dari anda yang bisa  menegakan telur rebus ini?" Semua orang saat itu terdiam dan yang meremehkan Columbus saat itupun berkata tak mungkin ada yang bisa.

Columbus berkata, "Saya bisa!" maka Columbus memegang telur rebus tersebut dan memecahkan salah satu permukaan telur dan menjadikannya dasar telur itu, dan akhirnya telur itu bisa tegak berdiri. Semua orang pun berkata, "Yaaah, kalau gitu saya juga bisa!!!"

Columbus geram dan berkata, "Lalu mengapa tuan tidak melakukannya tadi?!" Orang yang merendahkan Columbus itupun tertunduk malu dan pergi dengan malu pula.

Nah, persis dengan Jokowi yang melakukan hal-hal biasa. Banyak yang berkata : Hah, itu sih biasa, itu mah saya juga bisa, yaah orang ga sekolah juga bisa. Tapi mengapa justru petinggi2 n pejabat2 negeri ini justru tak bisa berbuat sedemikian seperti Jokowi untuk menyejahterakan rakyatnya?

Tanya kenapa?

Pradipta Suarsyaf, CH, CHt
Buku ke #33 :) baca 50# buku sebelum koass..


Share/Bookmark

2 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial