Jumat, 10 Februari 2012

Cambodia : Siem Reap Dalam Dekapan Ukhuwah

Bersama Imam Masjid An-Ni'mah, Siem Reap - Cambodia
Ketika saya menuliskan posting ini saya sedang duduk dipelataran Sok San Angkor Garden yang hijau dibelai semilir angin yang sejuk di daerah Siem Reap dekat dengan Old Market yang terkenal karena menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi para wisatawan mancanegara. 

Sebelumnya kami menginap di Angkor Saphire Hotel yang jaraknya lebih jauh dari penginapan saat ini. Setidaknya kami harus berjalan sekitar 20 menit untuk mencapai Old Market. Selain itu kami memutuskan pindah ke penginapan saat ini karena penginapan ini lokasinya yang cukup dekat dari Masjid An-Ni'mah, yang kata salah satu jamaahnya merupakan salah satu yang tertua di negara Cambodia ini.



Saya dan teman-teman backpacker lain (Adi Heryadi, Ops Siagara, Midun, dan Ibnu) punya kesan tersendiri saat berkunjug ke Masjid An-Ni'mah ini. Selama perjalanan menuju masjid ini sudah terlihat kawasan ini memang kawasan berpenduduk muslim. Ya, semacam lokalisasi bagi penduduk yang beragama Islam di Siem Reap yang mayoritas beragama Budha.



 

Kesan pertama kami adalah : lingkungannya gersang dan tak terurus. Hmm..ini penilaian objektif. Sangat jauh berbeda dengan pusat kota Siem Reap yang begitu bersih dan ter-maintenance dengan baik. Sangat kontras.


Namun terobati...

Ketika pertama kali saya, Adi, dan Ops mencari masjid ini dan  akhirnya kami menemukannya, kami bersua salam sapa dengan Imam Masjidnya. Sungguh ramah dan seakan kami ini adalah saudaranya. Dia tak sungkan2 mempersilakan kami masuk, menunjukan kami dimana tempat wudhu, toilet, dan meminjamkan kami sarung untuk kemudian shalat dzhuhur berjamaah bersama. Sungguh senang rasanya. Rasa ini sama ketika saya bertemu saudara muslim di Hiroshima dan Kyuhsu saat berkunjung ke Jepang agustus 2011 lalu serta di Malaysia dan Singapura desember 2010 lalu.

Hmm..sepenilaian saya jika kita mengunjungi wilayah/negara yang dimana Islam menjadi minoritas maka ketika kita bertemu dengan muslim seakan tak ada lagi pemisah diantara kita. Ukhuwah Islamiyah menjadi pemersatu kita semua. Bahkan kita bisa mendapatkan keuntungan melalui hubungan batin ini. :) 

Seakan kebetulan, walau tak ada yang kebetulan di dunia ini, saya memang sedang membaca buku "Dalam Dekapan Ukhuwah" karya Salim A. Fillah, dan membawanya sebagai teman perjalanan :) .. Saya menemukan sinkronisasi antara apa yang saya baca dengan kenyataan dilapangan :) maka benarlah apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 10 yang berbunyi : "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara"

Dan semakin menghujam hati ketika kita membaca hal ini dan merasakannya dalam kenyataan,


"Dan Allah yang mempersatukan hati para hamba yang beriman. Jikalau kau menafkahkan perbendaharaan bumi seluruhnya untuk mengikat hati mereka, takkan bisa kau himpunkan hati mereka. Tetapi Allah-lah yang telah menyatu-padukan mereka..." (Al-Anfal : 63)

Disinilah cinta sesungguhnya terhimpun, bukan karena satu darah, lebih dari itu..melebihi ikatan orang tua dan anak. Hubungan Iman melebihi segalanya. Suatu quote yang indah diungkapkan Salim A. Fillah dalam bukunya :
 

"Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya disini, dalam dekapan ukhuwah"

Tahukah ketika kita ingin mengunjungi Angkor Wat yang merupakan icon negara Cambodia sekaligus merupakan salah satu World Heritage yang diakui oleh UN, kita setidaknya harus menggunakan tuk-tuk untuk mengelilingi kawasan yang berhektar-hektar itu? Dan untuk menyewa tuk-tuk seharian kita harus mengeluarkan biaya $15 dollar. Dan untuk lima orang kami harus menyewa 2 tuk-tuk walau kami pikir 1 tuk-tuk pun cukup. Namun karena kami berkenalan dengan Imam Masjid, kami panjang lebar berbincang mengenai Islam di Cambodia, dan pada akhirnya kami tahu kalau beliau punya anak yang ternyata seorang supir tuk-tuk! Yeah! Akhirnya kami hanya perlu mengeluarkan $15 saja untuk 1 tuk-tuk seharian penuh.

Di lingkungan sekitar masjid inilah kami akhirnya menemukan makanan halal. Ada dua restoran makanan halal yang kami tahu. Yang pertama namanya Cambodian Moslem Restaurant dan satu lagi restoran samping masjid. Alhamdulillah makanan nya enaaaak! Sebelumnya kami kesulitan menemukan makanan halal di Vietnam (walau akhirnya dapat... ;)) dan Cambodia, kebanyakan makanannya mengandung pork aka babi, huft...kalo kami akhirnya tak dapat makan maka senjata terakhirnya adalah makan bawaan dari Indonesia, mie instan, bubur instan, pokoke yang isntan-instan :)





Oya, alhamdulillah kami berlima bisa merasakan indahnya shalat jum'at berjamaah di Masjid An-Ni'mah ini. Saudara-saudara seiman dari berbagai penjuru Siem Reap berdatangan untuk melepas rindunya pada Sang Khalik :) dan disinilah terlihat ukhuwah diantara mereka, nampak seindah persaudaraan kaum anshor dengan kaum muhajirin..

ba'da shalat jumat @ Masjid An-Ni'mah :)

Ya Allah, satukan kami dalam dekapan ukhuwah yang indah ini..karena kami saling mencinta karena-Mu ya Rabbal 'alamiin.. :)


Reference :
Fillah, Salim A. 2011. Dalam Dekapan Ukhuwah. Yogyakarta : Pro-U Media



__saya.diantara.hijaunya.daun.@.Sok.San.Angkor.Garden :)


Share/Bookmark

2 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial