Selasa, 04 Oktober 2011

Review Buku 1 : The Magic of Thinking Big

Membaca itu butuh perjuangan. Itu yang saya rasakan. Walaupun banyak slogan yang mengatakan "Bacalah Buku Seperti Kau Makan" tetap saja saya belum bisa menerapkannya. Ya, setidaknya Saya sudah mencoba untuk membiasakannya. Target 100 Buku sampai akhir tingkat 3 itu harus Saya capai! Nah, sampai saat ini Saya sudah membaca 3 buku, haha..masih jauh rek! Disini Saya ingin menceritakan mengenai buku yang luar biasa, The Magic of Thinking Big, karyanya Dr. David J. Schwart.

Kebanyakan dari kita takut berpikir besar. Hal ini terkait dengan sugesti-sugesti sejak kecil dan lingkungan yang berakibat buruk pada keyakinan kita. Buku ini berusaha meyakinkan kita bahwa kita adalah insan yang memiliki pengaruh kuat atas diri kita. Tak ada yang bisa membatasi kita kecuali diri kita sendiri. Maka mulailah berpikir besar karena hidup terlalu pendek untuk berbuat hal yang kecil-kecil.




"Kita adalah apa yang kita pikirkan atas diri kita"

Pernahkah Anda mendengar quote ini ? Kekuatan pikiran memang benar adanya. Ketika kita pikir suatu hal akan mudah kita capai, maka jalan untuk mencapainya akan jauh lebih mudah. Ini mirip konsep yang ditawarkan dalam buku yang sempat laris "The Secret" yang inti konten nya adalah "Law of Attraction". Artinya adalah ketika melakukan apapun yang pada akhirnya bertujuan untuk mendukung tercapainya cita-cita/mimpi/tujuan kita maka semesta akan mendukungnya dan pada akhirnya apa yang kita inginkan tercapai.


Contoh, pengalaman saya summer school ke Jepang kemarin diawali oleh sebuah cita-cita di awal kuliah kedokteran saya untuk bisa summer school ke luar negeri. mimpi ini saya catat di selembar kertas dan saya tempel di dinding kamar saya. (ini satu hal yg termasuk law of attraction itu)... lalu saya mendapat info akan adanya summer school di jepang di semester genap lalu... (bukti bahwa semesta merespon).. gayung bersambut saya langsung mendaftarkan diri walau tahu tak punya uang untuk mencapainya (law of attraction (LoA) selanjutnya)...  dan saya diterima (jawaban semesta..).. Lalu saya usaha cari kan dana dan izin (next LoA)... dapat dana 80% biaya ditanggung sponsorship yg saya dapat hanya dalam 2 pekan (jawaban semesta)... Dan pada akhirnya saya berangkat ke Jepang iikut summer school dan bisa keliling Jepang (jawaban semesta..)

Itu salah satu bukti akan kebenaran LoA! Nah, tahukah kalian siapa hakikatnya sang pengatur LoA itu? Siapa dia 'Semesta' itu?



Dialah Allah SWT yang telah menuliskannya dalam Al-Qur'an 14 abad yang lalu!

“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.”

(QS. Al-Mu’min: 60)

Hmm, bahasan lain seperti perhatikanlah bagaimana anda berpenampilan. Hal ini berbanding lurus dengan apa cita-cita anda. Jika anda ingin menjadi dokter, maka biasakanlah berpola hidup seperti seorang dokter. Kenakan pakaian yang rapi sopan dan nyaman dipandang layaknya dokter yang menggunakan jas putihnya. Jika bercita ingin menjadi direktur perusahaan besar maka pantaskanlah diri untuk mengenakan jas, dasi, dan sepatu pantofel sehingga kita terlihat layak mencapainya. Walaupun hal-hal ini kondisional, yakinlah semakin kita memantaskan diri untuk menjadi apa yang kita inginkan maka semua akan terlihat semakin mudah.
Demikian intisari dari buku "The Magic of Thinking Big" yang saya dapatkan. Maaf kalau rada 'ngaco' ya.. Hehe.. Semoga bermanfaat semua.


Share/Bookmark

1 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial