Rabu, 05 Oktober 2011

Review Buku 2 : Kesaksian Seorang Dokter

Recommended Book!
Hai! Ini buku kedua yang mau saya share..(udah baca Review buku yang pertama kan? haha.. kalau sudi! silakan main kesini ^^) Kalo yang baru ini judulnya : Kesaksian Seorang Dokter "Mensucikan Hati Melalui Kisah-Kisah Nyata" karyanya dr.Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, Sp.JP seorang dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Riyadh Saudi Arabia.


Tak banyak buku yang membuat Saya tersentuh bahkan meneteskan air mata. Tapi yang satu ini luar biasa! Saya benar-benar dibuat tak berdaya dengan setiap cerita yang ada dibuku ini, menyentuh. Jadi buku ini banyak menceritakan kisah nyata yang dialami sang penulis sebagai dokter ahli bedah jantung menghadapi setiap pasiennya.



Tidak usah panjang  lebar, berikut ini salah satu cerita terbaik yang saya baca :

Saya telah melakukan operasi kepada seorang anak bayi yang belum genap berumur dua tahun. Dua jam setelah operasi, anak ini mengalami pendarahan yang cukup hebat pada saluran pernafasannya disebabkan oleh adanya luka pada urat nadi yang menuju saluran ini, kejadian ini tidak ada kaitannya secara langsung dengan operasi yang baru saja dilakukan.
Akibatnya, anak itu mengalami sesak nafas yang memicu kegagalan jantung -jantung berhenti bekerja- selama empat puluh lima menit, setelah itu -Alhamdulillah- jantungnya kembali bekerja, biasanya dalam kondisi seperti ini kemungkinan terjadinya kematian otak sangat tinggi sekali.
Ketika kejadian ini kami jelaskan kepada ibunya, sang ibu tidak berkata-kata apa-apa kecuali hanya mengucapkan "Hasbiyallahu wa ni'mal wakil' (Cukuplah Allah untukku, dan Ia sebaik-baik Pelindung), Ya Allah sembuhkanlah ia jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya." Kemudian ia pergi menengok anaknya seraya membaca Al Qur'an dari mushaf kecil yang berada di tangannya.
Dua minggu kemudian, terlihat bahwa organ otak anak tersebut sama sekali tidak terpengaruh oleh kejadian itu. 
Dua hari berikutnya, anak itu mengalami pendarahan serupa, dan tiap kali kondisinya kelihatan membaik ia mengalami pendarahan lagi, akan tetapi ibunya tidak mengucap selain, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakil' (cukuplah Allah untukku, dan Ia sebaik-baik Pelindung)."
Dokter spesialis THT -Telinga Hidung Tenggorokan- berhasil mengatasi masalah pendarahan di saluran pernafasan anak tersebut, sehingga kondisi kesehatan anak itu menunjukkan kemajuan secara perlahan, akan tetapi tiba-tiba ia terkena kebocoran otak yang hampir merenggut nyawanya, ibunya selalu mengulang-ulang, "Hasbiyallahu wa ni'mal wakil' (cukuplah Allah untukku, dan ia sebaik-baik Pelindung)." Dan sang ibu tetap setia membacakan Al Qur'an dari mushaf kecilnya.
Setelah para dokter berhasil mengatasi kebocoran di otaknya, anak itu mengalami keracunan di seluruh tubuhnya dibarengi dengan kegagalan ginjal, sehingga kondisinya sangat mengkhawatirkan sekali, sementara itu ibunya selalu melantunkan bacaan, "hasbiyallahu wa ni'mal wakil -cukuplah Allah untukku, dan Ia sebaik-baik Pelindung." Dan juga selalu berdoa, "Ya Allah, sembhkanlah anakku jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya."
Setelah kondisi keracunan dan kegagalan ginjal membaik sedikit demi sedikit, ternyata ia mangalami radang selaput pembungkus jantung dan sekitar tulang rongga dada, di mana kondisi itu mengharuskan adanya operasi baru membuka rongga dadanya untuk mengatasi radang tersebut.
Enam bulan setelah terbaring di ruang pemulihan, anak itu dipindahkan ke bagian bedah jantung khusus anak. Anak itu tiba di bagian operasi dalam kondisi yang mengenaskan, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar dan tidak bisa berjalan, dengan dada terbuka.
Akan tetapi ibunya terlihat sangat tegar dengan penuh harap kepada Allah Ta'ala. Setiap dokter yang datang akan melihat ibu tersebut berada di sisi anaknya dengan membaca Al Qur'an dari mushaf kecil berwarna biru yang selalu melekat di tangannya.
Tiga bulan telah berlalu, anak itu keluar dari bagian bedah jantung khusus anak dengan kondisi bisa melihat, bisa berbicara, bisa mendengar dan berjalan sendiri seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa atas dirinya, semua ini berkat karunia dari Allah Ta'ala, di samping ketegaran ibunya dalam berharap kepada Allah Ta'ala, yang selalu ber istigatshah dan meminta pertolongan kepada Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang dan Maha Penyembuh.

Satu setengah tahun kemudian, di rumah sakit ini saya melihat wanita tersebut menggendong anak kecil dengan ditemani oleh suaminya, dan di sisi mereka ada anak kecil yang dahulu pernah berjuang melawan berbagai penyakit di rumah sakit ini yang sekarang ia dalam keadaan yang baik.
Setelah bertanya kepada mereka, saya baru mengetahui bahwa anak yang pernah sakit tersebut terlahir setelah sang ibu mengalami kemandulan selama lima belas tahun, anak itu adalah anak pertamanya.
Alangkah hebatnya ibu itu -Subhanallah- , setelah ia bersabar selama lima belas tahun akhirnya ia mendapatkan seorang anak, tetapi kegembiraannya terampas saat anaknya mengalami sekian banyak penyakit, walaupun begitu ia tetap bersabar dan berharap kepada Allah Ta'ala. Patut kita ucapkan selamat kepada wanita ini, ia telah membuktikan keimanannya terhadap takdir Allah, yang buruk maupun yang baik, dan ia telah menunjukkan keikhlasan tawakkalnya kepada Allah.
___________________________________________________

Maka berbaikbudilah kita bersama pada Ibu yang membesarkan kita. Seperti itulah kasih Ibu pada Anaknya. Mom, I Love you!

Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberinya jannah terindah. Amin.

Dan pelajaran lain yang bisa kita ambil adalah menyerahkan segala urusan kita pada Allah ta'ala. Karena tak ada lagi tempat bergantung dan minta pertolongan kecuali hanya dengan kuasa-Nya.

Masih banyak kisah didalam buku ini, sehingga ada baiknya kawan-kawan mambaca buku ini. Saya rekomendasikan bagi siapapun dan sangat baik dibaca untuk sejawat mahasiswa kedokteran dimanapun kalian berada. 



Share/Bookmark

1 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial