Jumat, 03 Juni 2011

Kritisi Kenaikan Eksponensial Biaya Pendidikan Dokter UIN Jakarta !

Oleh : Pradipta Suarsyaf, CHt
Berawal dari release pengumuman mengenai biaya pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekilas jika kita perhatikan memang ada kenaikan biaya masuk UIN dari tahun 2008 ke 2009, lalu 2010 dan terakhir 2011. Tahun lalu saya sebenarnya tidak terlalu risau dengan kenaikan biaya pendidikan di UIN Jakarta, terutama bagi FKIK.

Namun nampaknya semua haruslah kita kritisi ketika melihat biaya pendidikan bagi mahasiswa baru FKIK 2011. Sangat-sangat tidak rasional dan perlu kita cermati (ini menurut saya ya). Hilangkan dulu sikap apatisme kalian (semoga kalian tidak apatis**) sebelum membaca lebih lanjut artikel ini. Dan mulailah dengan sikap kritis dan idealis seorang mahasiswa mencermati masalah ini.



Disini saya hanya akan berfokus pada melonjaknya biaya pendidikan dokter saja, walaupun sebenarnya peningkatan biaya pendidikan ini juga terjadi di mayoritas jurusan di UIN Jakarta.

Kakak kelas saya, periode pendidikan dokter 2008/2009 berinvestasi pendidikan dokter sebenar Rp.45Juta (untuk semester 1 + Biaya Kolaborasi Pengembangan Fakultas 'BKPF') dan biaya semester selanjutnya sebesar Rp.9Juta. Masih wajar jika dikaitkan dengan fasilitas yang diterima angkatan ini, saya fikir.

Biaya pendidikan 08/09 lihat disini :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=1f8wiOraU1uFNAGOkMQstSaJua5WrSTvEPEOlFc5LtBGpoVh3feqUQgKV6_MT&hl=en_US

Ketika saya masuk biaya pendidikan di UIN Jakarta sudah cukup tinggi. Untuk tahun angkatan 2009, mahasiswa baru dikenakan biaya masuk sebesar Rp.62juta dan biaya semester Rp.12juta. Ketika saya kalkulasikan memang biaya ini masih tergolong rasional dan cenderung lebih murah dibandingkan dengan salah satu Fakultas Kedokteran lain yang juga baru berdiri selisih 1 tahun dengan UIN Jakarta.

Biaya pendidikan 09/10 lihat disini :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=1iMgPkuCWykpACT6sA63_0u1vMXvRZTgETXvnR4zEnPe7kU1wxEHmfmarOVq-&hl=en_US

Walaupun awalnya saya sedikit kecewa dengan fasilitas yang saya pikir tidak-lah pantas untuk biaya pendidikan yang semahal itu. Saya berusaha memahami karena FKIK masih membangun Gedung Baru kala itu, medio tahun 2009-2010. Dan saya pikir rata-rata mahasiswa angkatan saya sepakat mengenai hal ini. Ibaratnya biaya yang dikeluarkan belum berbanding lurus dengan apa yang kami rasakan.

Lanjut, tahun lalu mahasiswa baru 2010 tidak mengalami kenaikan biaya pendidikan dokter. Biaya pendidikan mereka sama dengan angkatan 2009.

Biaya pendidikan 10/11 lihat disini :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=1F1S-SLL7WAFf_wUf5S4_NpvgMFysPw9ACyJZcl-JTDjZ7SZ_fMDh22AbaPHJ&hl=en_US

Namun saya benar benar sulit untuk mengerti melihat peningkatan yang eksponensial dari biaya pendidikan dokter angkatan 2011. Bayangkan, mereka (mahasiswa baru pspd 2011) harus merogoh kocek sangat dalam untuk mendapatkan pendidikan dokter di UIN Jakarta. Biaya BKPF + Semester I = Rp.90Juta! Dan biaya semester selanjutnya Rp.20Juta! HUUUUFF... saya sampai menegak ludah sendiri ketika melihatnya.

Biaya pendidikan 11/12 lihat disini :
https://docs.google.com/viewer?a=v&pid=explorer&chrome=true&srcid=1Cgqxsmqu8xnN4ZbAZHtLq4XQI7ywgR0IUfgLKkbz9fq39u95V0W3NlheT7-8&hl=en_US

Dan yang sebenarnya saya ingin kritisi juga ialah mengapa biaya ini di-samarata-kan bagi semua jalur masuk UIN Jakara? Biaya masuk yang saya ceritakan diatas berlaku bagi semua mahasiswa yang diterima dari SNMPTN (yg terkenal murah biaya masuk nya dibandingkan jalur lainnya di Universitas Negeri lain di Indonesia), UMB, SPMB Mandiri UIN, dan PMDK. Saya sih sedikit risih, karena perjuangan mahasiswa yang masuk lewat SNMPTN jauh lebih berat dibandingkan jalur lainnya... Tapi kalau kalian tak mempermasalahkannya sih tak mengapa.

Kalau mau ditinjau dari fasilitas yang diterima pspd 2010 dengan maba pspd2011 jelas tidak ada perbedaan. Walaupun kali ini saya belum bisa membuktikannya, namun saya tidak mendapatkan celah perbedaannya tersebut. Hanya waktu yang bisa menjawab atau bisa terjawab cepat jika ada yang berani bertanya pada bagian biaya pendidikan di Kampus Islam Negeri ini (saya fikir BEMJ-PD punya kesempatan^^)

Menurut saya biaya maba FKIK itu pantas jika :

  1. Menjelaskan pada mahasiswa mengapa biaya pendidikan dokter melonjak sangat tinggi. Hal ini penting agar tidak ada kesalahfahaman antara mahasiswa dan pihak kampus. Mungkin tulisan ini tidak ada jikalau pihak universitas menjelaskan dengan baik pada civitas akedemika mahasiswanya. Jangan tidak menjelaskan karena belum ada yang protes bahkan saya pernah membaca di artikel Institut alasan kenaikan biaya pendidikan, "Itu karena kebutuhan fasilitas, dan bla..bla..bla.. lagi pula tidak ada yang protes dari mahasiswa baru yang masuk" Silakan berkomentar...
  2. PSPD angkatan 2011 yang isunya berjumlah 100-an/lebih harus dipisahkan menjadi dua kelas. Hal ini agar proses belajar di PSPD2011 lebih baik.
  3. Implikasi dari poin pertama, dosen juga harus lebih banyak. Saya rasa ini saat yang tepat bagi dosen-dosen PSPD yang belajar di Jepang untuk kembali dan mengajar. (kalau memang sudah selesai ya..^^) kalau belum berarti kudu nambah dosen.
  4. Kemudahan dalam memanfaatkan fasilitas ditingkatkan. Ril nya seperti penyediaan akses internet Wifi bagi PSPD dan kemudahan akses ke jurnal-jurnal teregistrasi.
  5. Keleluasaan bagi mahasiswa untuk menggunakan perpustakaan sampai malam hari. Ini penting dan perlu. Contohlah Universitas maju di Indonesia seperti UI dan ITB yang memberi keleluasaan bagi mahasiswanya untuk memanfaatkan perpuskataan dengan maksimal.
Saya pernah dihubungi oleh seorang siswa SMA di Makasar yang berminat masuk pendidikan dokter UIN Jakarta. Berikut kira-kira percakapan nya :

Siswa Makasar : Aslmalkum.. benar ini Kak Pradipta? (dia tahu saya dari blog saya ini^^)
Saya : 'Alaikumsalm.. ya, dengan siapa?
Siswa Makasar : Saya X, saya ingin bertanya mengenai biaya pend.dokter UIN. apakah benar biaya masuk UIN sampai 90Juta?
Saya : Dengan sangat terpaksa kakak katakan Iya dek.
Siswa Makasar: wah, sayang sekali.. padahal saya berminat kesana karena lingkungannya yang Islami..
pembicaraan berlanjut dan segera berakhir.

Silakan teman-teman komentari tulisan saya ini..^^

Demikian sedikit jiwa kritis saya tercurahkan melalui tulisan ini. Semoga menjadi trigger bagi kita untuk kritis pada apa yang terjadi di lingkungan FKIK.

Semua demi kemajuan FKIK UIN Jakarta!^^


Share/Bookmark

21 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial