Sabtu, 13 November 2010

Kata Co-Ass Senior : Sebuah Persiapan

Pagi hari ini Sabtu (13/11) Saya iseng buka note dari kakak Pendidikan Dokter UIN Angkatan 2006. Saya mendapat informasi menarik seputar persiapan co-Ass. Akhirnya saya mohon izin untuk meng-copy paste - kannya kedalam blog Saya ini. Agar manfaatnya bisa dirasakan semua calon co-Ass Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta..^^ Hatur nuhun buat K'Ariel (PSPD 2006) yang tak lain & tak bukan Kakaknya teman sekelasku Syukran (PSPD 2009).

Langsung ke TKP >>>

Reportase Ariel 12 Nov 2010:
khairil anwar said, Pra-Co-Asst.

Prinsip umum:

  1. Tempatkan posisi kita sebagai seorang pelajar…. buang jauh-jauh pikiran sebagai seorang dokter muda di tempat ini…. gak ada yang patut dibanggakan
  2. Disini kita punya tugas dan tanggung jawab. Jangan khawatir, disini kita baru baru belajar bertanggung jawab. Jadi, bukan tanggung jawab dalam arti penuh. Namun bukan berarti main-main akan tanggung jawab tersebut.
  3. Jangan jadi kertas putih! Isi otak kita sebelum masuk stase apapun dengan ilmu dasarnya.
  4. Jangan buang waktu di minggu awal stase. Justru di minggu awal seharusnya kita menguasai ilmu-ilmunya.
  5. Dokter adalah kiyai! Dan kita layaknya seorang santri. Ikuti kemana kiyai pergi, manut pada apa kata kiyai, hormati beliau. Kebanyakan dari beliau tidak mengasih bimbingan secara langsung, namun minimal kita nyari ’apuwah’ dari beliau.
  6. Pasien adalah guru. Reguk ilmu sebanyaknya, minta ’bimbingan’ dari mereka. Belajarlah menikmati kebersamaan dengan pasien. Banyak-banyaklah berbincang-bicang dengan mereka. Tumbuhkan ’sense of empathy’.
  7. Kumpulkan file-file komputer sebanyak-banyaknya. Mungkin tidak kebaca semuanya, tapi paling tidak ada senjata.
  8. Jangan pernah mencoba berbuat curang dengan menyontek saat ujian, mengupahkan referat atau laporan kasus. Percayalah, ilmu kita tidak akan barokah dengan cara seperti itu…. dan entah di stase itu, atau di stase lain, atau saat sudah kerja kita akan dapat balasan dari perbuatan curang kita.
  9. Jaga kekompakan kelompok. Jangan sampai ada pertengkaran dalam satu tim. Masalah sepele kayak pembagian tugas jaga, aplusan, dll tak usah dibesar-besarkan.
  10. Termasuk jaga hubungan baik dengan senior, junior, dan perawat.
  11. Curi waktu untuk belajar. Jangan malu belajar saat kawan-kawan yang lain lagi asyik ngobrol atau ngerumpi.
  12. Pada dasarnya koass itu enjoy aja…. jangan sampai 2 tahun ko-ass membuat kita terpenjara. Masih ada waktu buat kegiatan non ko-ass kok….. berorganisasi, bisnis, dll masih bisa dikerjakan.
  13. Manajemen waktu sebaik mungkin. Hal-hal yang gak penting buang jauh dari daftar keseharian anda
  14. Tetap konsisten dengan ibadah. Yang terbiasa tadarrus, jangan dihilangkan. Shalat jangan sampai bolong hanya karena kesibukan jaga atau ikut bimbingan, dll.



  • Ada kegiatan pra-koas yang berisi kuliah mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan menjelang koas. Materinya tentang “general precaution, sistem baru koas (sisem blok), dan jalan-jalan ke lab. Patklum, mengenal lab. Waktunya kurang lebih H-7 dari awal action Co-Asst.
  • Sekalian dikelompokkan dalam grup yang isinya sekitar 6-8 orang-an tergantung jenis bagiannya. Pengaturan kelompoknya dilakukan oleh P3D, Mo request pengelompokan?? Bisa ga ya? Biar bisa sekelompok. (*_-) soalnya kelompoknya ga akan berubah til the end,. Wilujeng.
  • Pas prako ini juga kita harus punya jas ko-Ass(minimal 2), dikoordinir angkatan.. biasanya dibisnisin sih..Jangan lupa tensi, spygmo juga dah punya, yang ngebetein sekarang handskun n masker harus kita yang nyediain, karena banyak yang pasien yang GAKIN, . Klo bisa dah harus vaksin

# Co-Asst.


  1. Aktif 5 hari kerja, Sabtu-Ahad= LIBUR(¿)(JAGA TETEP bagi yang kena jadwalnya). Tiap harinya mulai dari jam 7 pagi sampe jam 16 sore, ba’da Ashr. Rincian acara tiap harinya adalah setiap jam 7-8 follow-up pasien, menanyakan kabar pasien, hanya control saja. Jam 8-12, kita akan masuk di ruang poliklinik, di sana kita akan memeriksa pasien mulai anamnesa sampai selesai, dalam sesi ini saat kita pro-aktif untuk belajar, maka kita akan mendapat banyak hal. Sekadar tips agar residen mau berbagi ilmu tanpa jutek, sebelum kita bertanya, kita sudah baca dulu tentang materinya. Ba’da Dzhur sampai beres, kita akan bertemu perseptor untuk tutorial.
  2. Bentuk cara belajar secara resminya ada yang dinamakan BST (Bed Side Teaching), di sini kita akan belajar untuk bertindak kepada pasien langsung, tetapi kegiatan ini masih didasarkan modul yang diberikan dosen. CSS (Clinical Science Session), disini kita akan membahas tentang penyakit-penyakit yang jarang, tetapi tidak ditemukan saat BST, CSS ini dapat dilakukan dengan diskusi. CRS (case Report Session), dalam sesi ini, kita akan mempresentasikan “kondisi pasien” mulai dari keluhan hingga follow-up nya.
  3. Jaga. Jam 16 hingga jam 6.00, inilah jadwal untuk jaga. Tidak setiap hari, tergantung bagiannya,. Tidak semua bagian di RS mesti jaga, ditambah Forensik dalam bentuk on call;bisa dipangil kapan-di manapun kita harus belajar. Di “jaga” kita bisa belajar banyak hal tentang kedokteran, kita coba pro-aktif. Kekompakan angkaan/ grup diuji di sini. Betapa tidak, saat “jaga” tugas-tugas untuk keesokan harinya tetap ada, makanya (biasanya) setelah jam 22-an sudah tidak ada psien, maka kita bisa berganti shift2 dengan teman sekellompok kita untuk istirahat atau mengerjakan tugas. Nah yang sering berkuasa kalo jaga mala m ini biasanya resdien tingkat awal, intervensi kebanyakan dilakukan residen tingkat awal koas hanya membantu,nah usahain pas jaga malam ini kta aplikasikan pengetahuan kita semaksimal mngkin,karena jaranng kita dapat kesempatan sebaik ini. Klo bisa mah jangan tidur sayang ilmunya
  4. Tentang hubungan dengan rekan sejawat, termasuk residen,baiknya kita sudah mepersiapakan materi sebeelum bertanya, supaya nyambung. Jelas, memang setiap orang berbeda, begitu residen, ada yang baik ada juga yang kurang baik. Perawat atau paramedis lain, ya kita lakukan kegiatan keseharian tanpa kaku, tidak menyepelekan.
  5. Tentang persiapan buku, boleh kita siapkan textbook2 dari sekarang. Namun, alangkah enaknya jika kita siapkan saat kita mau masuk ke bagian tertentu. Banyak buku saku yang bisa dimiliki (bajakannya). Buku2 yang beredar tentang penaalaksanaan, depkes, dll, Ternyata, untuk hal seperti ini bisa jadi kita keluarkan uang sebesar Rp 500.000. biasanya yang resmi: dikasih tau dosen.Textbook dan juga buku saku diberitahu dosen nada cara gak resmi rangkuman buatan residen)..ati-ati ..jangan ketahuan konsulen karena..ilmunya berdasar empiris…
  6. Memang agak susah saat kita kuliah di RS, kita akan beraktivitas kemahasiswaan. Hanya selepas Ashr baru kita bias mengambil bagian dari amanah,itu juga terbatas. Namun demikian, kesempatan untuk bersantai ria malah terbuka lebar. Jalan2, nongkrong2, dll masih bisa dilakukan. Walaupun pada awal2 koas masih beradaptasi dengan jadwal yang ada.
  7. Satu lagi yang tidak ada di Rumah Sakit, tetapi penting pisan, yaitu tempat tingal. Cukup kompleks karena perlu diperhatikan pula tentang makan, nyuci, listrik juga. Ini semua perlu dipersiapkan. Untuk biaya tempat bisa mencapai 5-10 jutaan perorang perkamar, belum makan yang kalau di luar bisa 5-15 ribu sekali makan, makanya disarankan kita bareng2 menyewa rumah plus orang yang mengurusi rumah. Beliau bisa kita minta untuk masak, nyuci, dll. Ternyata lebih murah hitungannya. Oya ada yang lebih murah. Yaitu orang Bandung, “gratis”.


SENJATA KOASS

Berikut senjata-senjata ampuh utama yang digunakan kaum ko-ass.Setiap stase punya senjata masing-masing. Untuk para ko-ass atau calon ko-ass, silakan mengenali senjata-senjata ini sebelum anda terjun ke kancah pertempuran.


  • Stase Jantung --> Stetoskop. Kayaknya di sini yang paling penting justru stetoskop. Yang lain biasanya sebagai pelengkap saja.
  • Stase Jiwa --> Senjata utama anda adalah…… komunikasi! Ga bawa sfigmo, ga bawa stetoskop, ga bawa termometer, ga papa. Yang penting anda lancar bicara. Pandai merangkai kata-kata dan sabar menghadapi kelakuan pasien gangguan jiwa.
  • Stase Saraf --> Palu refleks menduduki peringkat utama senjata di sini. Tuk tuk tuk…+ senter. Jaga hubungan baik dengan perawat dan residen.Pelajari pemeriksaan fisik sebaik-baiknya.Standby…… banyak kematian terjadi di sini….. selalu KIE keluarga
  • Stase kulit kelamin --> Mata! Di sini yang penting ternyata adalah kejelian mata kita dalam melihat UKK pasien.
  • MATA --> Senjata wajib adalah LAPTOP+VCD/DVD+SPRITE ZERO, Gak ada kerjaan banget tau disini tapi harus pinter pemeriksaan refraksi lho ya!!!
  • Stase Lain nyusul yak teman... ^^


Ujian:

Eng-ing-eng
Nah ini kita harus pinter2 ujian (ya iya lah yah) tapi ingat sebaiknya kalo kita ngejelasin ke konsulen ,jangan lupa basic science mirip soca namun bedanya pas koas ini clinical science juga penting
Ada jangan lupa baca. Doa

Tempat makan:
Dalam RS: kafe teratai (maknyuss dan murah cuy)
Kantin koprasi deket gedung akper
Kantin-kantin /warung-warung pinggir RS yang murah meriah tapi agak jauh


Kegiatan lain:
Tergantung orangnya masing2
Bisa kok yang sambil bisnis,main,ato lain2 survive disini

(DOKTER MUDA itu MULTI PROFESI)

Jangan kuatir para DM (dokter muda) tentang masa depan anda… walaupun pada akhirnya gagal jadi dokter. Masih banyak profesi lain yang siap anda terjuni. Toh, kita sudah terlatih saat jadi DM….

  1. Tukang Ronda Jaga Malam >> Profesi ini sudah tentu cocok buat para DM. ngeronda jaga pasien sudah biasa ditekuni. Dan sebagaimana lazimnya tukang ronda, biasanya kerjaannya ngelindur juga. Tahu-tahu pasien besoknya sudah meninggal.
  2. Wartawan >> Keterampilan wawancara sudah terlatih betul saat menganamnesa pasien baru. Jadi nggak ada salahnya, bila profesi ini yang jadi pilihan anda.
  3. Sekretaris >> Tukang catat. Mulai dari mencatat di status putih dokter muda, menyalin ke status pasien, menyalin lagi ke buku laporan jaga. Menulis buku kematian, menulisi advis dokter dan lain-lain. Profesi sekretaris ini boleh juga dicoba dilamar.
  4. Tukang daging >> Di bedah atau di forensik kan sudah biasa motong-motong daging yah…
  5. Reporter TV >> Selamat pagi dokter, kami melaporkan pasien ini dengan keluhan ini, pada pemeriksaan fisik ditemukan ini hasil laboratorium begini……demikian reporter dan juru kamera melaporkan dari tempat kejadian.
  6. Operator telepon >> Sebentar-sebentar nelepon, sebentar-sebentar sms…
  7. Tukang ketik >> Jadi DM, musti handal keterampilan mengetiknya. Setumpuk tugas, laporan kasus, referat, belum lagi kalo pak dokter minta tolong….. ”dek ko-ass, tolong ketikin punya saya juga yah…..” Jawaban standar ko-ass: ”Injih, dok….”
  8. Pengarang Fiksi Ilmiah >> Pas visite atau laporan pagi. ”Jelaskan mengenai pasien ini” sergah sang dokter. Maka mulailah keterampilan mengarang fiksi DM diperlukan. Pasien A umur sekian BB sekian Keluhan utama bla bla bla bla tanda vital bla bla bla bla fisik bla bla bla bla…. diagnosis bla bla bla bla …. Terapi bla bla bla blaFiksi….. tapi kan ilmiah!!… hehehe…
  9. Kuli angkut >> Parahnya, kadang-kadang DM juga mesti kerja ngangkut-ngangkut tabung oksigen segala. Jadi, kalaupun lowongan kerja yang tersedia tinggal kuli angkut, setidaknya DM sudah berpengalaman
  10. Tukang jahit >> Walau gak rapi-rapi amat. Di bedah kan sudah terbiasa jahit-jahit
  11. Ahli pijat >> Pijat jantung! RJP. 
  12. Matematikawan >> Kalau sekedar ngitung kalian pembagian nambah atau ngurang mah sudah lihai atuh. Kan biasa ngitung buat dosis. Jadi boleh saja coba-coba lamar sebagai matematikawan
  13. Racer >> Jam 7 laporan pagi. Jam 6.50 baru bangun ngelindur abis shalat subuh! Waaa….!!!! tanpa mandi langsung pakai jas putih nyalakan mesin… ngeeennnggggg…….. ngeengggngg… 
  14. Pemain Sandiwara >> DM bisa pura-pura tertawa bila mendengar sang dokter cerita yang padahal gak lucu sekedar untuk menyenangkan dokter. DM biasa pasang muka tak berdosa. DM ahlinya pasang muka meyakinkan. DM pasang muka sedih dengar cerita pasien. DM pasang tampang pintar padahal aslinya bloon. DM pura-pura rajin bila ada supervisor…… singkatnya, DM adalah aktor serba bisa!
  15. Pelayan >> “Ada yang bisa saya bantu, dok?” ucap DM sopan seraya tersenyum ramah.
  16. Pemulung >> Ada botol infus sisa! Sikaaatt… ada spuit sisa! Sikaaatt… ada cefotaxim gak kepakai….. sikaattt…
  17. Penerjemah >> Referat Lapsus menuntut bahan bacaan berbahasa inggris… ihik, meranalah orang seperti saya yang parah bahasa inggrisnya.
  18. Blogger >> Bila semua lowongan sudah terisi penuh…. setidaknya profesi ini toh masih bisa dilakoni ya….. hehehe…Keep fight…… don’t give up!

OK, selamat mempersiapkan, sedia payung sebelum hujan, prepare for the battle. Tetep SUMANGEDH!!!!

* * * * *
note :
DM = Dokter Muda= DiMarahi= DiMaki= DiMuari= DiMamai= DiMauki


Share/Bookmark

1 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial