Sabtu, 25 September 2010

Sang Pencerah : Untukmu Agamu Untuku Agamaku

Hari ini (24/9) Saya dan Adi Heryadi alhamdulillah dapat menonton "Sang Pencerah". Film ini mengisahkan tentang Seorang KH. Ahmad Dahlan yang berusaha memperjuangkan keyakinannya akan Agama Islam yang Murni bebas dari penaruh mistik. Kebiasaan masyarakat memberikan sesajen agar dirinya diberikan kesuksesan dan lain sebagainya menurut KH. Ahmad Dahlan merupakan suatu kesalahan yang harus diperbaiki. Singkat cerita KH. Ahmad Dahlan berangkat ke Mekkah untuk menuntut Ilmu Agama Islam disana.


Sepulangnya dari Mekkah, KH. Ahmad Dahlan disambut dengan riang gembira oleh sanak saudara yang notabene nya merupakan keluarga yang taat beragama. Seiring dengan semakin tua bapaknya mewariskan Langgar binaannya pada KH. Ahmad Dahlan. Tak lama sang Bapak pun meninggal. Melalui Langgar itulah KH. Ahmad Dahlan mengajarkan Agama Islam.

Sebuah perjuangan luar biasa beliau tunjukan. Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil :

Hal pertama yang bisa kita ambil hikmahnya adalah bahwa "Agama itu Seperti Udara yang Menyejukan, jika Agama itu seperti Badai maka Orang akan Menjauh dari Agama". KH. Ahmad Dahlan mengajarkan pada kita bahwa Agama itu mempermudah tidak mempersulit sesuai dengan apa yang termaktub dalam Al-Qur'an.

Hal kedua, KH. Ahmad Dahlan: "Kita Bisa Bekerjasama Dengan Siapa Saja, Asal Tetap Berpegang Teguh Pada 'Lakum dinukum waliayadiin'" Sebuah konsep bahwa Islam mendorong kita agar dapat saling menghormati antar agama. Tidak ada paksaan dalam memeluk suatu agama.

Hal ketiga, menghargai perbedaan pendapat. Walaupun awalnya banyak yang tidak suka dengan ajaran KH. Ahmad Dahlan sampai masyarakat mengatainya sebagai 'Kyai Kafir' namun pada akhirnya semua orang mengerti. Penghulu yang sangat dihormati di Masjid Raya nya pun akhirnya menerima akan berdirinya Muhammadiyah, dan menghormatinya sebagai sebuah langkah untuk sama-sama berlomba dalam mengejar kebaikan. Saling menghargai merupakan kunci keharmonisan dalam masyarakat.

Hal keempat, KH. Ahmad Dahlan mengajarkan pada kita untuk tidak ketinggalan zaman. Ketika saat itu masih banyak yang tak bisa mengenyam pendidikan. KH. Ahmad Dahlan hadir dengan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islam-nya. Ketika saat itu belajar hanya lesehan, maka KH. Ahmad Dahlan mengajar hadir lengkap dengan meja, kursi dan papan tulisnya.

Beliau menerima hal baru yang bermanfaat bagi dakwahnya asalkan tidak bertentangan dengan syari'at Islam. Mungkin semua inilah alasan mengapa Muhammadiyah menjadi organisasi yang luar biasa besar saat ini. Mensyiarkan Islam sebagai agama yang mudah, mengikuti perkembangan zaman, dan tidak kaku. Disinilah letak Islam yang Rahmatan lil 'Alamiin.

Oiya, jangan lupa nonton filmnya ya. Film ini benar-benar Saya rekomendasikan buat kalian semua^^

Semua hal tentang Muhammadiyah bisa dibaca di situs resminya disini
_______________________________________________
Tulisan ini disertakan dalam Writing Contest - Pesta Blogger 2010


Share/Bookmark

2 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial