Rabu, 01 September 2010

Masih Adakah Wakil Rakyat Yang Bisa Dipercaya?

Melanjutkan tulisan sebelumnya "Kita Dilecehkan Pemerintah", kini saya ingin mengkritisi tingkah pemerintah dari sisi berbeda. Baik, kita mulai dengan pemerintahan itu sendiri. Yang saya tahu dalam pemerintahan kita punya wakil rakyat yang kita pilih secara langsung. Semua wakil rakyat ini maju sebagai dewan legislatif dari partainya masing-masing dengan asas yang diyakini masing-masing.

Nah, tersiar kabar bahwa para anggota legislatif ini berencana membangun Gedung Baru. Sebuah Gedung yang Luar Biasa. Dengan alasan untuk meningkatkan kinerja mereka sebagai wakil rakyat maka pembangunan ini pun akan segera dilaksanakan. Tahu berapa uang rakyat yang dihabiskan untuk membangun Gedung baru dibawah ini? Rp 1,2 triliun!. Bahkan di salah satu koran nasional hari ini biaya yang dikeluarkan adalag sebesar Rp. 1,6 Triliun! Itu sama dengan Jamkesmas untuk 22 Juta Penduduk Miskin!!!



Ini dia gedung yang mau dibangun :




Ruangan kerja tiap anggota DPR nantinya berukuran 120 meter persegi
Empat kali ukuran ruang kerja sekarang!
Kalau dihitung biaya 1 ruang kerja = Rp. 2,8 Milyar!


Dilantai puncak terdapat fasilitas rekreasi, kolam renang, pusat kebugaran, dan spa.


Mereka tidak berfikir dan melihat! Padahal disekitar mereka :







Katanya mau meningkatkan kinerja dan produktivitas? Coba lihat ini :


Mana Nih Yang Mau Rapat? Pada Absen Semua!


Tidur Pula! Kuliah di Kedokteran Bisa Disuruh Keluar Tanpa Ampun!
Kinerja Kayak Gini Minta Gedung Baru? Ckckck...Zzz Zzz

Logikanya gini, anak kecil aja kalau mau dapat hadiah dari orang tuanya harus berbuat sesuatu yang lebih. Misalkan sang Ibu berjanji akan memberi hadiah kalau sang anak mampu puasa penuh selama bulan ramadhan. Nah, kalau ini kan layak ya^^ Coba bandingkan dengan wakil kita di DPR sana. Apakah tuntutan kita sebagai yang diwakilkan sudah terpenuhi? Lebih parah lagi wakil kita itu malas-malasan kerjanya, bolos rapat dan sampe tidur! di ruang rapat. Layakah buat gedung baru???

Terus mereka juga tidak punya hati. Padahal mereka sendiri punya data kalau tahun lalu per Maret 2009 ada 323,17 ribu (3,62 persen) penduduk DKI Jakarta yang ada dibawah garis kemiskinan! Beuh, belum ditambah yang Pas! Tepat! di Garis Kemiskinan itu, makin banyak tuh! Gimana? Layakah buat gedung baru???

Menurut saya lebih layak uang itu diberikan pada penjaga perbatasan wilayah Indonesia Malaysia yang setiap hari mempertaruhkan nyawanya, perbaikan infrastruktur di berbagai daerah yang mendukung pertumbuhan ekonomi, penanganan bencana (e.g Meletusnya Gunung Sinabung - Sumatera Utara), pembangunan sekolah-sekolah, dll.

Itu kisah di Pemerintahan Pusat, mari beralih ke Pemerintahan Daerah. Saya pilih dari Provinsi Jawa Barat yang sedang santer dengan pemberitaan "Kartu Lebaran & Perangko Berfoto Gubernur & Wakilnya". Alasannya untuk menjalin silaturahim dengan masyarakat. Saya pikir masyarakat akan lebih merasa dipererat kedekatannya dengan pemerintah dengan aksi nyata seperti pemberian modal usaha, atau penyuluhan kesehatan. Coba bayangkan rakyat kecil nan miskin pas lebaran menerima sepucuk Kartu Lebaran dari Gubernur! Terkesan luar biasa dengan maksud baik tapi 'enggak ngefek' buat mereka!

Mau tahu berapa uang rakyat yang dihabiskan? Nih! Rp 1,7 miliar!
Padahal menurut Plh Ketua KPK, Haryono Umar : "Ucapan lebaran via kartu lebaran dan sms seharusnya memakai uang pribadi. Harus bisa bedakan unsur pribadi atau kantor, tak boleh memakai uang APBD"

Ini dia Kartu Lebaran nya Kawan :





Walah, padahal coba lihat ini :


Rakyatnya masih seperti ini


Jalanan di Cianjur - Jawa Barat banyak yang rusak seperti foto diatas!


Sama pula wakil rakyat di Pemprov Jawa Barat, sama-sama tidak melihat hal-hal diatas yang seharusnya bisa lebih diperhatikan. Bahkan jika dana buat Kartu Lebaran & Perangko itu dialokasikan ke hal-hal diatas atau pemberian dana usaha dll dapat sangat membantu Rakyat bukan? Sekaligus silaturahim juga bisa dilanggengkan bukan?

Terus, para wakil rakyat ini sebenarnya tahu bahwa per Maret 2009 ada 4.983.570 (11,96 persen) penduduk Jawa Barat yang berada dibawah garis kemiskinan. Layakah buat Kartu Lebaran dan Perangko bergambar Gubernur & Wakil Gubernur ???


Lalu, Ini Pertanyaan Terakhir dari Saya :

Masih Adakah Wakil Rakyat Yang Bisa Dipercaya?


Saya faham betul kalau saya hanya mahasiswa kedokteran, tulisan seperti ini adalah pandangan kritis saya dari apa yang saya lihat dan pelajari. Mungkin kalau yang nulis mahasiswa FISIP bisa lebih baik.
Sekian, Moga Jadi Peringatan & Renungan Kita Semua^^


Share/Bookmark

2 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial