Senin, 11 Mei 2009

Ketika Menulis Menjadi Sebuah Pelarian, Sebuah Kajian Ngasal Efek Fotolistrik Albert Einstein

Judul yang aneh. Menulis itu menyenangkan dan bisa menggambarkan apa yang kita rasakan walaupun tak selamanya bisa. Ehm, setidaknya ini yang saya rasakan. Ketika jenuh menghadang ada saja alasan yang membuat jari-jemari ini menuliskan sesuatu apapun itu. Walau terkadang rada ngasal dan gak guna juga. Tapi juga banyak manfaatnya. Mengatasi rasa jenuh misalnya, tapi tidak tahu dengan anda.



Hah (bukan ngeluh), semangat seseorang itu seperti sebuah paket – paket energi dari suatu cahaya yang disebut foton. Semangat itu harus tersalurkan tepat sasaran. Terakomodasi secara benar akan menjadikannya suatu hal yang luar biasa. Itu kalau energinya (semangat itu) tepat sasaran. Persis seperti foton tadi mengenai sebuah lempeng zat dan mengakibatkan energi foton tersebut tertransfer ke elektron sebagai fungsi kerja dan selanjutnya loncatlah elektron dari permukaan lempeng zat tersebut sebagai energi kinetik.

Kira – kira penggambaran diatas bisa ditulis seperti ini :

hf = Fungsi-kerja + Ek

Persamaan dari Mbah Einstein yang berimplikasi dia mendapatkan Nobel.
Semangat kita {hf} harus tersalurkan dengan baik sehingga nantinya dapat menghasilkan mahakarya yang dapat dirasakan manfaatnya bagi orang banyak. Walau tak semua usaha kita dapat kita maksimalkan menjadi mahakarya setidaknya semangat kita {hf} lebih besar dari motivasi kita / cita – cita kita menghasilkan mahakarya tersebut {fungsi-kerja}. Sisa peluh tersebut {Ek} harus pula dialihkan pada hal yang bermanfaat. Saya pikir menulis adalah substitusi yang baik dari sisa peluh tersebut. Dari pada ngeluh mendingan nulis! Benar?

Sekian saja, nampaknya saya harus segera kembali bekerja menciptakan mahakarya.

Nb. Mahakarya itu terserah anda kawan! (yang penting bermanfaat)

[deepmoslem_mahakarya]


Share/Bookmark

1 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial