Sabtu, 11 April 2009

Pengalaman Menjadi Saksi di Bandung

Pagi itu saya harus pagi – pagi datang ke TPS. Maklum Saksi masa telat, malu lah sama yang mau nyontreng. Sedari H-1 saya sudah menyiapkan segala halnya. Membaca Panduan Saksi Pemilu, memahami teknis pelaksanaan pemilu, sah / tidak sahnya surat suara, tidak lupa menyaipkan Surat Mandat dari partai yang me-mandat-kan, sampai observasi ke TPS 29 tempat saya menjadi saksi di Kelurahan Cipaganti, Coblong, Bandung.



Tepat pukul 06.08 wib saya sudah dilokasi, telat 10 menit dari yang saya rencanakan. Tapi toh belum ada saksi dari partai lain yang datang, jadi saya leluasa mau duduk dimana. Niatnya biar dapat tempat duduk, kan repot kalo harus jadi saksi sambil berdiri. Karena datang pagi benar saya jadi ngebantuin Ketua KPPS TPS 29, Pak Furqon, membereskan TPS, dari mulai Bilik Suara sampai tata letak kursi, dll. Ya, nambah – nambah pengalaman.

Pukul 06.34 wib Kotak Suara baru datang, diturunkan dan ditaruh ditempat yang sudah disediakan panitia TPS. Selanjutnya sekitar pukul 06.38 saksi dari partai lain baru datang. Mereka saksi dari Golkar, Demokrat dan PDIP. Sepuluh menit kemudian saksi dari PKPI baru datang. Pak Furqon membagikan name tag Saksi kepada kami. Wah!, baru pertama kali ikut pemilu langsung jadi saksi, alhamdulillah nambah pengalaman.

Tepat pukul 07.00, Pak Furqon membuka pemilu legislatif dengan basmalah. Dan dilanjutkan dengan upacara singkat. Kotak suara dibuka, mengeluarkan isinya, saya bersama saksi yang lain menyaksikan dengan seksama, meyakinkan agar tidak terjadi kecurangan dalam prosesi penyediaan surat suara. Yang saya salut nampaknya Pak Furqon adalah orang yang tegas dan baik dalam menjaga keberlangsungan pemilu kali ini. Maklum Pak Furqon ini selain menjabat ketua RT juga sudah terbiasa menjadi ketua TPS di pemilu sebelumnya.

Nah, mulai banyak pemilih yang berdatangan. Awalnya agak kaget, kok yang datang orang kebanyakan etnis China semua. Ternyata memang disana rata – rata orang keturunan China, dan mayoritas Kristen. Unik juga, soalnya Pak RTnya muslim to.

Ok, lanjut... Singkat cerita semua berjalan sesuai yang kita harapkan dan selesai pukul 13.00. Hasil sementara dari semua DPT (378) yang ikut berpartisipasi hanya 171 pemilih. Bayangkan sisanya gak milih, alias golput. Selanjutnya para saksi dipersilakan untuk istirahat.

Ok, lanjut lagi... Akhirnya kita mulai perhitungan suara! Saya pikir semua akan berjalan cepat, toh yang milih kurang dari ½ DPT yang ada. Tapi ternyata bo! Sampai pukul 11 malam semua baru selesai. Dahsyat gak ! Memang sih ada perhitungan yang salah, kayaknya disebabkan semua udah ngantuk! Data saksi, data panitia, dan data petugas penulis turus berbeda semua. Ha3... ngantuk! Gak salah lagi...

Hasilnya : (berdasarkan peringkat)
1. Partai Demokrat
2. Partai Damai Sejahtera (wong isinya orang kristen semua, wajar...)
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
4. Partai Keadilan Sejahtera
5. dll

Ok, selesai juga.... eit ternyata belum, para saksi harus menandatangani berkas2 yang ada, banyak banget berkasnya.... ehm (ck ck ck ... 100x ... hiperbol)

Nah, akhirnya selesai.... Saksi yang laen langsung pulang ketika sudah menerima Berkas Berita Acara dan Rekapitulasi Hasil Perhitungan. Saya tidak bisa pulang karena gak enak, kemaren diamanahi dari Partai agar Surat Suara dikawal sampai dengan PPS di kelurahan. Ya, saya nurut aja... Amanah to... lanjut.


Setelah semua selesai, menyerahkan berkas – berkas kepada Kang Yadi (dari Partai) selesai dah.... setelah itu saya pergi ke TPS tempat teman saya jadi saksi juga. Wuiiih... belum selesai, masih ngitung.... Halah.... Pengalaman Luar Biasa.... PILPRES lagi gak yah? Nanyateruuus....?

[deepmoslem_jadi_saksi_pemilu_legislatif]


Share/Bookmark

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar...

 
© Copyright by Good is the enemy of Great  |  Template by Blogspot tutorial